POETRY

1. Perpisahan yang Manis

Pernahkah membayangkan sebuah perpisahan yang manis?
Manis bukan karena kita tak saling menyayangi. Bukan karena kita tak saling memiliki. Tapi, manis karena aku yakin bahwa kita akan selalu bersama sampai kapan pun—walaupun bukan sebagai sepasang kekasih. READ MORE

2. Mengenangmu

Entah kenapa, bayanganmu mendadak hadir tanpa bisa kuperkirakan sebelumnya.

Aku melihat secangkir kopi dan dua potong kue brownies pada pagi yang menusuk tulang. READ MORE

3. Membutuhkanmu

Aku membutuhkanmu

Seperti akar pada Bumi

Seperti nafas-nafas lemah dalam dekap rahim

Kau selayaknya lintang yang menunjukkan mata angin

Seperti orbit yang memnentukan langkah-langkah tak tentu arah READ MORE

4. Kawan

Kawan. Ya, itulah sebutan yang paling kusukai untuk memanggilmu. Tapi, bolehkah? Berhakkah aku? Barangkali kau belum mengenalku. Atau kau tak tahu siapa aku. Mungkin tak pernah melihatku. READ MORE

5. Surat buat Izrail

Kepada: Izrail

Izrail, bilamana kau mau menjemputku?

dengarlah aroma kerinduanku

tentang aroma tanah basah

tentang bunga-bunga gugur kamboja

Izrail, aku cium melodi mati READ MORE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s