Surat untuk Izrail

Clock

Kepada: Izrail

Izrail, bilamana kau mau menjemputku?

dengarlah aroma kerinduanku

tentang aroma tanah basah

tentang bunga-bunga gugur kamboja

Izrail, aku cium melodi mati

bayangan jisim dibasuh air wudlu

derak langkah pria menandu keranda

dan alunan ritmis kalimat tahlil

aku membutuhkan Dia

seperti akar pada Bumi

seperti nafas-nafas lemah dalam dekap rahim

Dia selayaknya lintang yang menunjukkan mata angin

seperti orbit yang menentukan langkah-langkah tak tentu arah

tapi ketahuilah

akar tak bisa berdiri pada bumi yang mati

tak bisa hidup dalam kering rahim ibu

maka kemana Dia membawa pergi

jika tak ada jalan tempat melangkah

sedang kau tahu

bahkan lintang telah lama musnah

Izrail, bilamana kau mau menjemputku?

Malang, 25 Oktober 2011

Arum Effendi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s