Mengenangmu

Flower

Entah kenapa, bayanganmu mendadak hadir tanpa bisa kuperkirakan sebelumnya.

Aku melihat secangkir kopi dan dua potong kue brownies pada pagi yang menusuk tulang

Di kamar dengan aroma kaum adam. Aku melihat sebuah pagi sederhana, tapi begitu bermakna.

Aku melihat dua orang dalam sebuah kolam berwarna kekuningan. Kolam belerang. Berenang berdua di bawah gerimis perbukitan. Masih bisa kucium aroma alam.

Aku melihat mereka tengah menghitung koin-koin yang entah kenapa tampak berjumlah ratusan. Ada yang tertawa karena kemenangan. Kulihat pula kekesalan karena hukuman dan kekalahan.

Aku pun mengingat sebuah pagi buta. Seseorang datang dengan sebuah kue ulang tahun dan kotak hadiah dalam kardus besar. Tahukah kau, itu adalah ulang tahun paling indah seumur hidupku.

Masih kuingat, tiap kali kau datang ke rumahku. Berbagai macam minuman tersedia, bergantian. Secangkir kopi, teh hangat, atau sekedar air putih. Entah kenapa, aku yang lebih sering meminumnya sendiri.

Kita. Dan sahabat serahimku. Di sebuah kamar sederhana. Berlomba, meributkan sesuatu. Surat-surat Al Quran bergantian bersahutan. Kompetisi kita yang lain lagi.

Mengenangmu. Terlalu banyak kisah berlalu. Kenanglah. Memori itu tak akan pernah mengelupas dari benakku.

– Awal Desember.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s